Haji Tour menerapkan Standar kesehatan untuk Umrah New Normal 2020

Jakarta 28/05/2020

Jakarta-. Penerapan Kehidupan  New Normal Pasca Pandemic COVID-19, diberlakukan juga oleh Travel HajiTour “satupilihan”.

Adapun Standar Protokol  Kesehatan saat umrah tersebut adalah :

1. Free Masker standar kesehatan

2. Free Hand Sanitizer

3.Sarung tangan / Gloves

4.Ketersediaan Alat Ukur Suhu Badan standar thermoscan

5. Dan Tour Leader yang memiliki sertifikat kesehatan secara berkala

6. Haji Tour mengikuti izin SOP Protokol Kesehatan sesuai standar WHO

 

Selanjutnya  https://kumparan.com/kumparantravel/terapkan-standar-new-normal-sektor-parekraf-berpeluang-bangkit-lebih-cepat-1tUqpk7bgVF/full

Beberapa negara saat ini tengah bersiap memasuki fase new normal, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri, berbagai persiapan dan standar kesehatan sedang disusun untuk memasuki fase new normal, termasuk dari sektor pariwisata.

Penerapan prosedur standar tatanan atau kenormalan baru di sarana publik bahkan diprediksi akan memberi kesempatan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk bangkit lebih cepat dari COVID-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Ari Juliano Gema, mengatakan penerapan prosedur standar di sarana publik ini sesuai dengan arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

Nantinya, protokol beradaptasi dengan tatanan new normal atau normal baru yang sudah disiapkan Kemenkes akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan, baik mengenai jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, hingga larangan berkerumun dalam jumlah yang banyak. Hal ini juga diharapkan membuat masyarakat disiplin dan protokol kesehatan terus meningkat, serta penyebaran COVID-19 dapat terus ditekan.

"Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat menjalankan kenormalan baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Ari Juliano Gema, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (27/5).

Lebih lanjut, Ari menuturkan bahwa Kemenparekraf tengah menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Program ini bertujuan tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

Kemenparekraf juga menargetkan pada akhir Mei, standar dan pedoman penerapan CHS sudah dapat ditetapkan dan disimulasikan. Kemudian dilanjutkan verifikasi CHS di destinasi pada Juni hingga Juli 2020. Selanjutnya penerapan skema dan program sertifikasi yang ditargetkan berlangsung selama Agustus hingga Desember 2020